JAKARTA - Jakarta (Pinmas)–Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berharap peminat umrah pada tahun ini mengalami peningkatan. Untuk itu Garuda berupaya memberikan pelayanan bagi masyarakat yang akan beribadah sekaligus wisata dengan harga yang terjangkau.
MATARAM - Setelah dibakarnya lokasi ritual aliran sesat di Gunung Mekodek Kampung Pecatu, Dusun Kampung Sasak Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur Ahad (4/12-2011) pagi sekitar pukul 9.30 waktu setempat, Badan Kordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (Bakor Pakem NTB) segera melakukan rapat untuk membahasnya.
MEKKAH - (MCH) - Selasa (8/11-2011) ini adalah hari terakhir melempar jumrah bagi jamaah haji yang mengambil nafar awal. Sebelum magrib mereka harus meninggalkan Mina.
VOANews - Cendekiawan Muslim Bachtiar Efendy mengingatkan kaum Muslim agar mampu menghayati makna hari raya Idul Adha dengan lebih mendalam.
VOANews - Sekitar 1,8 juta jemaah luar negeri dari 183 kebangsaan bergabung dengan ribuan jemaah Arab Saudi di Padang Arafah untuk puncak ibadah ini. Lebih dari 2,5 juta orang umat Muslim turut dalam ibadah haji tahunan yang mencapai puncaknya Sabtu (5/11-2011).
RNW - Penipuan jemaah haji tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Belanda dan Inggris pun juga ada pihak-pihak yang menipu para calon jemaah. Pihak KBRI telah mengeluarkan himbauan agar para calon jemaah berhati-hati dalam menentukan biro perjalanan mereka. Para penipu adalah orang-orang Indonesia juga yang tinggal di rantau.
“Uang sebanyak itu sudah saya relakan saja. Itu kan naik haji, biar Tuhan yang akan membalasnya,” tutur salah satu seorang calon -saat itu- jemaah haji Indonesia yang tinggal di Belanda. Kerugian sebesar 950 Euro ditanggungnya sendiri.
Demikian pengalaman Sri Rejeki (bukan nama sebenarnya) yang dituturkan kepada Radio Nederland. Sri adalah warga Indonesia yang beberapa tahun lalu menunaikan rukun Islam kelima, naik haji ke tanah Mekkah. Semangatnya untuk memenuhi kewajiban agama itu hampir saja punah.
Masalah tiket
“Ketika itu saya berada di bandara (Schiphol). Kami bersama lebih kurang 180 orang lainnya bersiap untuk berangkat ke tanah suci,” kata Sri yang bersuamikan seorang pensiunan pegawai swasta.
Namun saat mau berangkat ada masalah dengan tiket. Ia bersama sekitar 50 orang lainnya terpaksa membayar kekurangan itu untuk tetap bisa naik pesawat Turkish Airlines. Uang itu sedianya akan diganti oleh biro perjalanan haji Indonesia yang mengurusnya.
Tapi apa daya sesampainya kembali di Belanda, Sri bersama 50 orang lainnya, sesama jemaah tak mendapatkan uang yang dijanjikan, termasuk di antaranya jemaah Indonesia lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang.
Jadi pembimbing
“Padahal pemilik biro perjalanan itu pun menjadi pembimbing kami di Mekkah. Selalu tersenyum dan berjanji akan mengembalikan uang itu,” kata Sri Rejeki.
Walhasil, jemaah haji asal negara lain seperti dari Maroko, Turki yang ikut rombongan itu akhirnya mendatangi biro perjalanan yang berkantor di kota Den Haag. Sebagian lagi, menurut pengakuan Sri ada yang melapor ke polisi.
Akhirnya, tambah Sri, biro perjalanan asal Indonesia itu ditutup oleh yang berwenang. “Ah kalau memang jodoh ya, uang itu pasti balik, kalau tidak ya relakan saja,” tutur Sri ketika ditanya kenapa ia tak mengadukan masalah itu ke polisi.
Kejadian di Inggris
Ternyata tidak hanya di Belanda saja, peristiwa serupa juga terjadi di Inggris. Jemaah haji Indonesia tertipu. Sampai-sampai KBRI di London mengeluarkan himbauan kepada kepada calon jemaah lainnya untuk berhati-hati dalam mengeluarkan biaya naik haji atau umroh.
Menurut koordinator penerangan KBRI London, Heri Sudrajat, ada 25 orang Indonesia yang mau pergi haji tahun ini. Mereka berniat pergi, tuturnya, melalui seorang perantara yang menghubungkan jemaah dengan travel agent.
“Jadi yang pergi haji langsung membayarkan kepada ibu (perantara, Red.) tersebut. Karena tidak ada travel agent Indonesia, maka dengan kepercayaan penuh para calon haji membayar uang yang dibutuhkan. Sekitar 2600 poundsterling per orang ke perantara.”
Tak bisa pergi
Ketika tiba saatnya berangkat, ada lima orang yang tidak bisa mendapatkan paspornya kembali dari biro perjalanan. Dengan alasan belum lunas. Padahal mereka sudah melunasi biaya. Setelah didesak, tambah Heri Sudrajat, ternyata uangnya dipakai oleh sang perantara. “KBRI mencoba jadi penengah, karena itu kan sesama warga Indonesia.”
Salah satu korban adalah Reny Sylvia, mengaku rugi 2700 poundsterling, untuk perjalanan haji tahun ini. “Saya sama sekali tak bisa berangkat. Saya sudah lapor polisi dan mencoba agar persoalannya diselesaikan. Tadinya sih saya masih ga pingin lapor polisi. Tapi nunggu-nunggu ternyata dia ingkar janji. Jadi ya akhirnya saya lapor polisi.”
Menurut Heri Sudrajat koordinator penerangan KBRI, dari sejumlah 25 orang warga Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji, dan ada lima orang yang tertipu. Dua di antaranya tertipu penuh, uangnya hilang sama sekali.
Mahasiswa
Ketika ditanya mengapa dirinya menjadi korban, Reny Sylvia mengatakan mungkin karena dirinya mahasiswa dan temannya yang lain yang tertipu juga mahasiswa. “Jadi dikiranya kalau student mungkin lebih mudah untuk ditipu. Apalagi mungkin dia sudah tahu karakter kita, yang orangnya tidak tega-an.”
Korban lainnya adalah Dian Kartika Rahajeng atau biasa dipanggil Ajeng, seorang mahasiswa studi islam. “KBRI sebenarnya cukup membantu, cuma ekspektasinya tidak secepat yang kami harapkan.”
Reny Sylvia sang korban berharap kalau ada yang mau naik haji supaya mencek terlebih dahulu travel dan latar belakangnya. “Saya percaya karena perantara ini di London cukup terkenal. Dan saya kan ada di Newcastle, jadi saya tak dengar apapun tentang ibu ini. Jadi harapan saya ke depan masyarakat kalau mau naik haji jangan gunakan calo dan jangan pasif.”(*)
VOANews - Awal pekan ini, sekitar 4.000 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan serentak dari 11 embarkasi haji diseluruh tanah air menuju Arab Saudi. Keberangkatan tahap pertama ini berlangsung serentak dari seluruh embarkasi haji, mulai dari Aceh hingga embarkasi Makassar dan Surabaya.